DETEKSI DINI TANDA DAN GEJALA STROKE OLEH KELUARGA DENGAN METODE FAST

Stroke merupakan kegawatan darurat medik yang menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbanyak di dunia. Salah satu upaya untuk menurunkan kematian dan kecacatan akibat stroke adalah dengan memberikan penanganan awal segera setelah serangan stroke. Keberhasilan tindakan dan peningkatan outcome pada stroke sangat bergantung pada kecepatan pasien dibawa ke Instalasi Gawat Darurat. Anggota keluarga sebagai pendamping utama yang mengetahui kejadian stroke pertama kali sangat berperan agar penderita mendapatkan penanganan awal dengan segera. Untuk itu anggota keluarga harus mampu melakukan deteksi dini tanda dan gejala stroke agar dapat segera membawa penderita stroke ke Instalasi Gawat Darurat

 Stroke atau yang lebih dikenal Cerebrovascular Accident (CVA) merupakan proses penyakit yang terjadi karena gangguan atau pecahnya pembuluh darah di otak sehingga termasuk salah satu kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Stroke menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO pada tahun 2014 menyebutkan bahwa stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia dengan jumlah 11.8% dari total kematian di dunia. Demikian juga di Indonesia, angka kejadian stroke semakin meningkat tajam, bahkan Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai jumlah penderita stroke terbesar di dunia.

Besarnya angka kejadian, kematian dan kecacatan akibat stroke tersebut menggambarkan bahwa stroke merupakan masalah kesehatan terpenting yang harus mendapatkan perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan akibat dari penyakit stroke tersebut adalah segera memberikan penanganan setelah serangan stroke.

Biasanya keluhan pertama pasien stroke 95% terjadi dirumah, untuk itu anggota keluarga sebagai pendamping utama yang mengetahui kejadian stroke pertama kali sangat berperan agar penderita mendapatkan penanganan awal dengan segera. Hal ini menjadi hal yang penting bagi masyarakat luas (terutama pasien dan orang terdekat dengan pasien) untuk mampu mengenali tanda dan gejala serangan stroke dengan cepat. Salah satu cara melakukan deteksi dini tanda dan gejala stroke dengan mudah dan cepat adalah menggunakan metode FAST. FAST terdiri dari Face, Arms, Speech, Time.

Gambar 1. Metode FAST

Tahapan dalam melakukan pemeriksaan menggunakan Metode FAST, antara lain:

1. Face yaitu merupakan penilaian pada otot wajah, pemeriksaan ini dilakukan       dengan cara:

a.    Minta pasien untuk tersenyum/menunjukkan giginya.

b.    Amati simetrisitas dari bibir pasien  tandai pilihan “YES” bila tidak simetris

c.    Identifikasi sisi sebelah mana yang tertinggal lalu tandai apakah di sebelah kiri “L” atau sebelah kanan “R”  

2. Arm merupakan penilaian pergerakan lengan untuk menentukan apakah terdapat kelemahan pada ekstremitas, pemeriksaannya dilakukan dengan cara:

a.    Angkat kedua lengan atas pasien bersamaan dengan sudut 90° bila pasien duduk dan 45° bila pasien terlentang (selama 5 detik)

b.    Amati apakah ada lengan yang lebih dulu terjatuh dibandingkan lengan lainnya.

c.    Jika ada tandai lengan yang terjatuh tersebut sebelah kiri atau kanan

3. Speech merupakan penilaian bicara yang meliputi cara dan kualitas bicara. Pemeriksaannya dilakukan dengan cara:

a.    Perhatikan saat pasien berusaha untuk mengucapkan sesuatu.

b.    Nilai apakah ada gangguan dalam berbicara.

c.    Dengarkan apakah ada suara pelo.

d.    Dengarkan apakah ada kesulitan untuk mengungkapkan atau menemukan kata-kata (meminta pasien untuk menyebutkan benda-benda yang terdapat di sekitar)

e.    Apabila terdapat gangguan penglihatan, letakkan barang tersebut ditangan pasien dan minta pasien menyebutkan nama benda tersebut.

4. Time merupakan waktu yang cepat dan tepat untuk menghubungi RS atau tidak menunda waktu membawa pasien ke rumah sakit. Dengan alasan golden period bagi penderita stroke untuk meminimalkan kecacatan adalah 3-6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan. Penanganan medis yang baru diberikan lebih dari 12 jam setelah stroke terjadi, berisiko meningkatkan kerusakan neurologis yang permanen. Berikut ini adalah nomor telepon IGD Rumah Sakit di Blitar Raya yang bisa dihubungi:

RSUD Mardi Wluyo: (0342) 801118, RSK Budi Rahayu : (0342) 801066, RSU Aminah: (0342) 816304, RS Syuhada’Haji: (0342) 801607, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi: 082233331338, PMI Kota Blitar: (0342) 805657, PMI Kabupaten Blitar: (0342) 802307

Metode FAST ini dalam pelaksanaannya hanya membutuhkan 30 sampai 60 detik. Sehingga apabila ada anggota keluarga, rekan, kerabat, atau tetangga yang dicurigai terkena stroke, dan menunjukkan hasil tes yang positif maka segeralah minta pertolongan medis atau membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat.

 Oleh: Ns. Dewi Rachmawati, M.Kep

 

 

kaleid prodita