▴cover▴ - PENERIMAAN TAMU RACANA DAN DIKLAT SAKA BAKTI HUSADA 2026
- KEGIATAN WATER RESCUE, SELASA - 25 AGUSTUS 2026
- KULIAH TAMU INTERNASIONAL
- UPACARA HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI DI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BLITAR
- KEGIATAN SEMARAK KEMERDEKAAN PROGRAM STUDI D-3 KEPERAWATAN KAMPUS BLITAR
- TINGKATKAN KOMPETENSI JURNALISTIK
- ZUMBA JUMAT SEHAT PROGRAM STUDI D-3 KEPERAWATAN KAMPUS BLITAR
- POLTEKKES KEMENKES MALANG HADIR DI BLITAR DJADOEL 2026
- IKUTI LOMBA BARIS-BERBARIS TINGKAT OPD DAN INSTANSI DALAM RANGKA HUT RI KE-81
- DOSEN TINGKATKAN KOMPETENSI PETUGAS PSC KABUPATEN BLITAR
POLTEKKES KEMENKES MALANG TINGKATKAN LITERASI KESEHATAN DAN KESIAPSIAGAAN SANTRI

Poltekkes Kemenkes Malang Tingkatkan Literasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Santri melalui Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa Tulungagung
Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen Program Studi Diploma III Keperawatan Blitar, Poltekkes Kemenkes Malang, menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi santri Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa Tulungagung pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Falah Pundensari, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung ini diikuti oleh 141 peserta, yang terdiri atas 70 santri putra, 59 santri putri, dan 12 pengurus pondok pesantren.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai permasalahan kesehatan yang masih dijumpai di lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan mitra, ditemukan beberapa isu kesehatan yang memerlukan perhatian, antara lain masih ditemukannya penyakit menular seperti scabies, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, dan demam, belum optimalnya kemampuan santri dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera dan kondisi kegawatdaruratan, rendahnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, serta munculnya kecemasan pada sebagian santri yang baru pertama kali tinggal di lingkungan pondok pesantren.
Mengusung pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga membangun keterampilan praktis melalui demonstrasi dan simulasi. Berbagai materi disampaikan oleh dosen sesuai bidang keahliannya.
Sesi pertama diawali dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam yang disampaikan oleh Ns. Tri Cahyo Sepdianto, M.Kep., Sp.KMB. Peserta diberikan pemahaman mengenai penanganan awal pada korban henti jantung dan henti napas, dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan media pelatihan sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penyelamatan secara tepat.
Selanjutnya, Arif Mulyadi, S.Kep., Ns., M.Kep memberikan pelatihan mengenai pertolongan pertama pada cedera dan trauma. Materi yang disampaikan meliputi penanganan luka, perdarahan, keseleo, cedera muskuloskeletal, hingga teknik evakuasi sederhana yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada sesi berikutnya, Hasanudin, S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pondok pesantren. Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, serta penerapan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Materi selanjutnya disampaikan oleh M. Miftachul Ulum, SST., S.Sos., S.Kep., Ns., M.Kes mengenai manajemen kecemasan dan adaptasi santri baru. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa perasaan cemas saat pertama kali mondok merupakan kondisi yang wajar, serta diberikan strategi sederhana untuk mengelola stres, meningkatkan kemampuan beradaptasi, dan membangun dukungan sosial di lingkungan pesantren.
Setelah pelaksanaan istirahat, salat, dan makan siang (ISHOMA), kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi yang disampaikan oleh Ns. Agus Khoirul Anam, M.Kep. Melalui simulasi tersebut, peserta dilatih untuk mengenali langkah-langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi yang aman, serta pentingnya menjaga ketenangan ketika terjadi bencana.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam setiap sesi praktik dan simulasi. Pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
Melalui kegiatan ini diharapkan santri dan pengurus pondok pesantren semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, mampu melakukan pertolongan pertama pada kondisi darurat, memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menjadi wujud nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Malang dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas, peningkatan literasi kesehatan, serta penguatan kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, termasuk pondok pesantren. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui program-program pembinaan kesehatan yang berkesinambungan sehingga mampu menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, aman, tangguh, dan produktif.

_(1)_(1).png)

.png)
.png)
.png)
.png)