Diksar Pramuka Angkatan 19

Pramuka adalah suatu pendidikan yang sudah tidak asing lagi ditelinga para pemuda. Kebanyakan pendidikan kepramukaan berhenti di lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK. Namun dengan perguruan tinggi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang yang sudah lama memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa yang berkaitan erat dengan kepramukaan. Dengan itu juga mulai tahun 2017 Prodi D3 Keperawatan Blitar juga mulai merintis kembali UKM Pramuka agar lebih berkembang dan tetap menjadi salah satu UKM wajib bersama KSR, LDK, dan ENSC.

Dengan itu diadakan untuk yang pertama kalinya Pendidikan Dasar Kepramukaan pada mahasiswa angkatan 19 yang dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pemberian materi dalam ruangan dan praktik langsung di lapangan. Diksar ke 1 dilaksanakan pada tanggal 28-30 Desember 2017 di Laboratorium Terpadu Kampus III Prodi D3 Keperawatan Blitar yang di ketuai oleh Kak Devi Arisandi dengan jumlah peserta 77 mahasiswa yang dibuka oleh Bapak Ns. Agus Khoirul Anam,SST M.Kes.

Kegiatan Diksar Pramuka ini bertemakan ”Dengan Semangat Pancasila Kita Mantapkan Peran Gerakan Pramuka sebagai Sarana Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” yang bertujuan untuk “memberikan wadah bagi para tunas bangsa untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan pengalaman di bidang kesehatan yang dapat menjadi bekal untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan negara. Penegak menjadi Pandega, membangun rasa cinta terhadap alam, serta memenuhi salah satu syarat kecakapan khusus ramuan obat keluarga pada krida bina obat di dalam Saka Bhakti Husada”, ujar Kak Devi. Pemateri didatangkan langsung dari Kwartir Cabang Kota Blitar dan menghadirkan Dinas Kesehatan untuk menyampaikan materi kepramukaan yang berhubungan dengan Satuan Karya Pramuka di bidang kesehatan yaitu Saka Bakti Husada.

Pendidikan dasar tahap kedua atau Diksar lapangan pramuka diadakan di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan agar dapat membuat peserta lebih mencintai alam sekaligus melatih berbaur bersama masyarakat sesuai dengan Dasa Dharma ke 2 yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Kegiatan pertama saat tiba di buper adalah pendirian tenda. Peserta harus bahumembahu mendirikan tenda pleton milik PMI secara bersama-sama juga mendirikan dapur umum. Kegiatan selanjutnya Batra Show yaitu suatu kegiatan dengan menampilkan dan mempersembahkan berbagai ramuan atau obat tradisional buatan sendiri dari setiap reka kepada masyarakat lingkungan Ngadirenggo.

Hari kedua, dimulai dengan kegiatan penjelajahan. Selesai dari penjelajahan masih ada kegiatan seru lainnya yaitu lomba memasak per reka dengan waktu 1 jam kita semua diharuskan memasak makanan dan lauk dengan bahan yang telah disediakan dan seadanya.  Di sore harinya ada Kak Dolis dan Kak Hendri dari komunitas Sahabat Menanam yang datang jauh-jauh dari kota untuk menjelaskan materi mengenai sampah dan bagaimana cara kita membuat sampah yang merugikan dapat menjadi sangat menguntungkan dan medatangkan uang. Kemudian malam harinya dilanjutkan dengan upacara api unggun dan seni.

Pada hari Minggu, 7 Januari 2018 apel penutupan sekaligus penerimaan anggota racana baru yang dibina oleh Kak Gunawan dari Kwarcab Kota Blitar. Dengan mengucapkan janji Tri Satya dan dipasangkan setangan leher dan penutup kepala, peserta telah resmi sebagai anggota Racana Raden Wijaya-Dyah Gayatri

kaleid prodita